Forum LPJKD Kalimantan Barat
Terima kasih.....

Tunggu beberapa saat, proses login sedang berjalan....

Teliti Ambruknya Hotel

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

220311

Post 

Teliti Ambruknya Hotel




Teliti Ambruknya Hotel
Herman Sapar


KETUA Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Komda Kalimantan Barat, Ir Herman Sapar menyatakan, kegagalan struktural bangunan bukan kecelakaan semata. Ia mengutip pernyataan Prof Robert T Ratay PhD PE, pakar Teknik Sturktur Bangunan dari Pratt Institute Amerika Serikat dalam buku Forensic Struktural Engineering Hanbook.
”Sumber kejadian itu kesalahan manusia dari aspek kelengahan, kecerobohan, pengabdian, atau keserakahan,” ujar Herman, kemarin.
Ambruknya Hotel Perapatan, Jalan Diponegoro Singkawang, bisa pula disebabkan kegagalan bangunan. Tapi menurut, Herman, hal itu harus diteliti lebih jauh dari aspek legal/hukum dan aspek teknis, baik administratif maupun stuktural.
Aspek legal berdasakan UU RI No.18/1999 tentang jasa konstuksi, dimana bab I pasal 1.6 menyatakan, kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan setelah serah terima oleh penyedia jasa pada pengunana jasa tidak berfungsi baik secara keseluruhan maupun sebagian. Atau tidak sesuai ketentuan dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatannya yang menyimpang akibat kesalahan penyedia jasa atau pengguna jasa.
Pengunaa jasa dan penyedia jasa wajib bertanggungjawab atas kegagalan bangunan dalam bab VI pasal 25. Kegagalan bangunan tanggungjawab penyedia jasa terhitung penyerahan akhir pekerjaan konstruksi, paling lama 10 tahun. Kegagalan ditetapkan pihak ketiga selaku penilai ahli. Bab X pasal 41 menyatakan, penyelenggara pekerjaan konstruksi dapat dikenai sanksi administrasi atau pidana atas pelanggaran undang-undang ini.
”Dari ketentuan UU Jasa Konstruksi, pihak kepolisian sudah mengambil langkah tepat dengan meminta tenaga ahli yang relevan utnuk mengusut penyebab ambruknya hotel itu,” katanya.
Menurut Herman, dalam aspek teknis administratif proses terwujudnya bangunan selalu melibatkan perencana, pelaksanaa, dan pengawas yang wajib memiliki kualifikasi dan keahlian sesuai sertifikat keahlian. Perencana konstruksi adalah penyedia jasa perseorangan atau badan ahli profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan atau bentuk fisik lain.
Pelaksana konstruksi adalah penyedia jasa perorangan atau badan ahli profesional di bidang pelaksanaan jasa kontruksi yang mampu menyelenggarakan kegiatan untuk mewujudkan hasl perencanaan mejadi bentuk bangunan.
”Pengawas konstruksi yang melaksanaan pengawasan sejak awal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sampai selesai diserahterimakan. Penyebab kegagalan bangunan dapat ditelusuri kembali dari hasil kerja ketiganya,” ujarnya.
Pada aspek teknis struktur, bangunan dapat dilihat dari dua sub sistem, yaitu bagian pondasi dan stuktur atas bangunan. Keduanya dapat menyebabkan kegagalan bangunan, baik secara sepihak maupun bersama-sama. Ambruknya bangunan biasanya disebabkan masalah teknis, seperti struktur bangunan tidak stabil atau seimbang.”Bisa saja struktur bangunan tidak kuat menahan beban pekerja. Ini sangat mungkin karena rendahnya mutur material bangunan yang dipakai,” katanya.
Penyebab lainnya adalah struktur bangunan tidak kaku, karena elemen struktur tidak memberikan performance yang diharapkan, seperti tekuknya tiang kolom atau melendut berlebihan pada elemen balok dan pelat lantai yang akan berujung pada kegagalan struktur bangunan. ”Jadi perlu tim ahli untuk menemukan penyebab sebenarnya hotel di Singkawang bisa ambruk,” pungkasnya. (md)

source : PontianakPost

dayat
Kepala Tukang
Kepala Tukang

Male Jumlah posting : 283
Lokasi : Pontianak
Points : 367
Reputation : 14
Registration date : 02.10.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

- Similar topics
Share this post on: Excite BookmarksDiggRedditDel.icio.usGoogleLiveSlashdotNetscapeTechnoratiStumbleUponNewsvineFurlYahooSmarking

Teliti Ambruknya Hotel :: Comments

Post on Tue 22 Mar 2011 - 9:05 by dayat

Bangunan Hotel Runtuh
Pemilik Diminta Segera Temui Warga

Keterangan Gambar : Robohnya Bangunan Hotel Prapatan II, Jalan Ponegoro, Kecamatan Singkawang Barat. (Photo Udin Sobari)

Singkawang, Radar Online
Pasca robohnya Bangunan Hotel Prapatan II, Jalan Ponegoro, Kecamatan Singkawang Barat, yang hingga saat ini masih dalam pengerjaan, dan merupakan milik Bong Li Thiam alias Benny Setiawan, Jumat (11/3) pukul 23.00 wib malam kemarin ternyata berimbas ke rumah warga.

Salah satunya, Rudi (45), warga Gg. Bersama Kelurahan Pasiran,
Kecamatan Singkawang Barat, yang kediamannya tepat dibelakang bangunan Hotel itu hingga kini masih menunggu pemilik maupun karyawan bangunan Hotel Prapatan II untuk menemuinya. "Ya kita minta diselesaikan secara kekeluargaanlah," pintanya.

Karena, ia menjelaskan, pasca runtuhnya bangunan Hotel Prapatan II milik Bong Li Thiam alias Benny Setiawan, mengenai rumahnya yang pada saat itu sedang membangun lantai tiga. "Sabtu pagi saya lihat bahwa sebagian rumah saya ikut kena dari robohnya bangunan itu. Walaupun tidak banyak sich," ungkapnya.

Namun sampai hari ini pemilik bangunan belum ada mendatangi untuk mengkonfirmasi saya. "Jujur bang, sampai hari ini pikiran saya masih tidak tenang dengan kejadian itu. Yang jelas saya masih menunggu pemilik dan karyawan bangunan itu untuk menemui saya. Ya, sekarang ini saya masih harap maklumlah, mungkin pemilik dan karyawannya masih berduka," ungkapnya.

Tapi bagaimanapun saya minta permasalahan ini dapat di selesaikan secara kekeluargaan. "Karena pada awalnya, kita tidak melarang mereka mendirikan bangunan, asalkan tidak mengganggu kita dan warga yang ada disini," pungkasnya.

Pantauan Crew Radar Online dilapangan, sejak Sabtu (12/3) pagi kemarin disekitar bangunan itu sudah di police line oleh pihak kepolisian Polres Singkawang. Warga tidak diperkenan untuk masuk ke TKP. Sementara wartawan hanya bisa mengambil gambar dengan menumpang masuk dari rumah warga yang berada dekat bangunan itu. Tidak tahu pasti, berapa kerugian yang bisa ditafsir oleh pemiliknya.

Sementara, pemilik bangunan Hotel Prapatan II, Bong Li Thiam, sampai berita ini diturunkan tidak dapat ditemui. (Udin Subari/U.dny)

source : RadarOnline

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik