Forum LPJKD Kalimantan Barat
Terima kasih.....

Tunggu beberapa saat, proses login sedang berjalan....

Mengatasi Banjir Dengan Kikker

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

160509

Post 

Mengatasi Banjir Dengan Kikker




MENGATASI BANJIR DENGAN KIKKER

Sistem drainase kota-kota besar seperti Jakarta masih sangat buruk. Faktanya, curah hujan yang rendah dalam waktu yang singkat sudah menimbulkan genangan. Jangan sampai banjir terus menerus terjadi sehingga menjadi suatu budaya jika turun hujan.

Demikian disampaikan Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono saat membuka Seminar dengan tema “Survey, Inventarisasi, dan Perencanaan Sistem Drainase melalui Metode Kikker”, Kamis (14/5) di Jakarta.
Sistem Kikker adalam suatu metode dari Belanda yang diciptakan oleh Hendrik Kingma yang dapat membantu database di tiap daerah. Database tersebut meliputi sistem drainase, sistem perpipaan (minyak, air bersih, air kotor), sistem irigasi dan sebagainya. Dengan Kikker, dapat diketahui denan cepat saluran buntu dan saluran yang bermasalah lainnya.

Manfaat lain dari Metode Kikker tersebut yaitu, menyusun rencana rehabilitasi, pemiliharaan, dan perkiraan pembiayaan serta melakukan inspeksi untuk updating data dalam membangun sistem drainase. Kota Banda Aceh dipilih sebagai pilot project dalam penggunaan metode kodok ini.

Lebih lanjut Budi Yuwono mengatakan, konsep drainase saat ini sudah berbeda dengan 20 tahun yang lalu. Dulu, sistem drainase adalah bagaimana mengalirkan air secara cepat. Saat ini, paradigma tersebut sudah berubah. Sistem drainase merupakan sistem untuk menjaga keseimbangan air dan lingkungan. Caranya dengan menahan air selama mungkin untuk kebutuhan pengairan di lingkungan sekitarnya.
Penggunaan Sistem Kikker mudah dan sederhana, sehingga dengan seminar ini, Budi Yuwono berharap agar dalam para guru besar dari perguruan tinggi yang ahli di bidang drainase dapat membantu memberi masukan dan menyebarluaskan Sistem Kikker ke Pemerintah Kabupaten/kota.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Susmono mengatakan Ditjen Cipta Karya, Departemen PU saat ini telah memiliki kebijakan dan strategi terkait dengan sistem drainase perkotaan. Pertama, masalah teknis meliputi perencanaan, pembangunan dan strategi pengelolaan. Kedua, kelembagaan dengan pemantaban organisasi. Ketiga, pembiayaan lewat pilot program cost recovery dan terakhir adalah kampanye dan desiminasi drainase.
”Setelah melaksanakan Program Sanimas dan Program 3R, Ditjen Cipta Karya akan galakkan program drainase mandiri,” kata Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Susmono.(dvt/ind)

Pusat Komunikasi Publik
150509

sumber : pu.go.id

apakah sudah diterapkan di Pontianak yah??

dayat
Kepala Tukang
Kepala Tukang

Male Jumlah posting : 283
Lokasi : Pontianak
Points : 367
Reputation : 14
Registration date : 02.10.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

- Similar topics
Share this post on: Excite BookmarksDiggRedditDel.icio.usGoogleLiveSlashdotNetscapeTechnoratiStumbleUponNewsvineFurlYahooSmarking

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik